Zein Personal Site …

March 23, 2007

Tak Berguna Lagi

Filed under: Muhasabah

Pagi nan hening,  burung-burung camar pun tak terdengar  menjerit, permukaan  laut  beriak kecil diayun gelombang tak tinggi.  Nampak semua mahluk begitu letih karena  semalam  tlah  hadapi  kunjungan badai nan tak alang-kepalang.  Suasana kala itu sangatlah kemusut. Angin  besar bertiup keras mengayun permukaan laut.  Semakin cepat tatkala gemawan turun merendah menjatuhkan  hujan.  Di  saat  itu, bulu  burung  pun basah menambah beban tuk melawan angin.  Nakhoda pukat menghitung gemunung ombak nan datang tuk  kenali  angin  apa nan  bertiup  pun  tuk  mencari jalan jauhi badai.  Pandangan jauh nakhoda tak lagi dimiliki,  kepakan sayap burung nan pesat melesat tak  bisa  ditunjukkan  lagi.  Awak pukat disepenuh tenaga tersisa memeluk tiang-tiang pukat nan berderak-derak. Meski sudah dihitung terkadang pukat melonjak dihempas ombak  nan  bergerak  tak  tentu arah. Jiwa nan mampu mengeluh terasa diaduk tak menentu.

Selepas badai,  sangat letihlah mahluk-mahluk yang masih menghirup udara  pagi  nan  sejuk.   Setelah  digoncang  tak   menentu   tak  berpengharapan  sedikitpun,  jiwa  mahluk  di  atas pukat mengalun datar bersama renung kan ketakmampuan diri di saat berlalu.  Batas antara hidup dan mati telah  dikunjungi  pun  ditelusuri  manakala badai menerjang tadi.  Pun teringat,  tatkala Adzan terhempas dari kalbu lalu menggetar di setiap mulut manusia-manusia nan terpuruk.

Syukur pasti kan  hadir  di  saat-saat  begitu.  Namun  syukur  kehadlirat  PENCIPTA  badai  YANG  MAHA KUASA kan menjadi cahaya nan cemerlang menyinari jiwa-jiwa itu.  Di  saat  badai,  manusia  nan tertindas seakan bebas diangkat oleh DIA, ALLOH SWT.  Akan tetapi, manusia penindas tlah kehilangan daya, tak kuasa sedikitpun bahkan menolong  diri  sendiri  pun  tak  mampu.  Sudah  sepantasnya rasa syukur slalu menghias jiwa mahluk manusia dalam sluruh  hidup  nan fana di dunia.  Ketika seseorang rakus,  maka kerakusannya tak kan kunjung terkabul,  karena ALLOH pemilik segala harta,  MAHA  KAYA. Andai  seorang  tak  slalu  bersyukur  kekikiran bisa liputi diri, kikir nan dibenci serta jauh dari puji ALLOH dan manusia.  Manusia nan  pandai  bersyukur,  terpujilah  ia  dengan limpahan puji dari ALLOH MAHA TERPUJI [Qs.31:12].  Sekali terdengar  pujian  dariNYA, niscaya   berlarilah   ia   menuju  raihan  semua  syukur.   Kini, berserahlah segenap diri kepadaNYA.  Andai  bayi  hendak  berjalan  berpegang  erat  pada  tangan  ibunda,  manusia  seperti  ini  bak  berpegang pada tali nan kuat nan tak lapuk pun tak putus  dihempas  badai mana dan apapun, tali ALLOH [Qs.31:22].

Masih saja,  jiwa-jiwa terhempas badai-berlalu menghitung kelakuan  diri  nan tlah ditempuh.  Diri kini tahu pun sadari kan suatu masa  dimana tak ada uluran tangan mahluk nan mampu saling bahu membahu, mata  tak  mampu  memandang,  telinga  tak  lagi mendengar,  lidah takkuasa berkata,  sebuah masa ketika kepak sayap burung tak mampu mengayuh,  di suatu saat perpisahan seorang ayah dan anaknya, saat seorang ayah tak berguna sedikitpun bagi anaknya [Qs.31:33].

wa ALLOH A’LAM

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://zein.blogsome.com/2007/03/23/tak-berguna-lagi/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.